Soulmate

Pasangan jiwa, belahan jiwa, harfiahnya begitu. Belakangan kata-kata ini jadi keren banget di kalangan cewek terutama. "Have you meet your soulmate?", that is a FAQ in most sites, blogs, about me, and all those things about [again] soulmate. Begitu pentingkah begitu asiknyakah sampai soulmate jadi sesuatu yang trend??

Gosh, I am not the expert nor the dummies! Cuma berusaha memahami dan mencoba nulis di blog. Soulmate, belahan jiwa, pasangan jiwa [asal ojo diplesetno dadi "konco teko ibukota Korea Selatan"] adalah seseorang yang cocok dengan apa yang kita mau, kita rasa, kita inginkan. In short, nyambung. Ha ha, nyambung.

Istriku sendiri pernah dengan bersemangat membahas tentang soulmate ini. Katanya bisa jadi seorang yang udah menikah itu tetep aja belum nemu soulmatenya. Bisa jadi soulmatenya orang lain. Gosh, how could this happened?!! Emang sih ada kemungkinan juga seperti itu. Mungkin aja nikahnya gak didasari rasa cinta, atau apalah. Tapi harus diingat saat kita udah menikah mestinya itu jadi satu batasan untuk mencoba mencari soulmate yang lain. Jujur saja, mungkin emang dengan pasangan legal kita banyak terjadi ketidakcocokan, bahkan mungkin perselisihan. Justru disitulah yang namanya soulmate bakal muncul. Karena perjalanan waktu akan mempertemukan dua jiwa itu jadi sepasang yang saling mengisi dan melengkapi [byuuuh, lagaknya kaya penasehat perkawinan gini ya?]. But that is the truth.

Lho, kok jadi lari ke pernikahan? Yaa begitulah, sebabnya sekarang ini juga emang lagi ngetrend orang-orang sibuk cari soulmatenya. Even orang yang sudah berkeluarga. Pada ujung-ujungnya itu jadi awal keretakan dan perpecahan. Gara-gara soulmate? Bukan, bukan karena soulmatenya, tapi karena perilaku mencoba mencari soulmate itu dong deh ah!! Ga jadi soulmate lagi, jadinya sick soulmate alias temen sakit jiwa [he he he, maafkan kegaringan sejenis ini]. Ga jelas juga siapa yang pertama mengkompor-mengkompori perkara soulmate gini. Kemungkinan juga semacam budaya-budaya barat dan juga new age pop culture dan sekelasnya itu. Yang selalu mengatasnamakan kebebasan berbicara, kebablasan berekspresi, keterlaluan berbuat. Gosh, what will happen?? Kalau masih single sih ga jadi masalah mau nyari soulmate sampai ujung dunia pun. Soalnya belum ada keterikatan.

Soulmate, belahan jiwa, pasangan jiwa. Adalah tempat kita mencurahkan kasih dan sayang, sumber inspirasi, tempat tujuan kita selalu berusaha keras setiap hari. Soulmate ada bukan karena pencarian berawal dari ketidakcocokan. Soulmate muncul dari kemauan dan kemampuan kita berkompromi, berkawan, dan mencoba mengerti pasangan kita.

[ditulis buat empat tahun yang sudah kita jalani. 27 sept 2002 - 27 sept 2006 - selalu]

Asal-asal Baba sr

menulis... kadang-kadang pingiiin banget. tapi banyakan malesnya, jadinya ya terbengkalai, sudah ngeset blog semenjak beberapa bulan masih belum ada isi-isinya sama sekali. ini juga binun mau nulis apa?

o iya, baba sr!! baba senior, ha ha ha. baba adalah kata populer di keluarga kami. bermula saat si arki kecil mulai belajar ngomong. nggak bisa bilang ayam jago malah bilang "baba...baba...baba" sambil menunjuk-menunjuk ayam jantan nuakal pol yang sudah siap menyerangnya, gara-gara kerupuk di tangan arki. jadilah sejak saat itu si ayam tanpa rasa takut itu berjuluk baba...

nah, untuk mengenang baba, sekarang namanyai diambil buat nama warnet alias internet kafe yang sebentar lagi InsyaAllah bakal soft opening. dengan harapan semangat baba yang ga gocik (ga punya rasa takut alias beranian) bisa menyemangati kami dan membuat manfaat untuk orang-orang sekitar kami.

itu juga buat mengenang dan belajar betapa seorang anak kecil bisa menginspirasi dengan hanya berteriak "baba! baba! baba!" untuk menarik perhatian kami orang-orang yang lebih tua, jadi tau apa yang dihadapi oleh si kecil waktu itu. kata orang, itu proses.... proses untuk belajar, proses untuk bisa, bisa ngomon, bisa jadi lebih bener dan lebih pinter...

baba, thanks a loft....

baba senior, does it mean something??